Rabu, 25 Juni 2008

Menjadi calon ibu...


Hmm....ternyata gampang2 susah menjadi calon ibu...

harus mengalami mual...muantah...badan nda enak..nda doyan makan...

tapi seneng...membayangkan seorang bayi mungil ada di dalam perutku..:D

Merasakan sebuah keajaiban dan kesempurnaan menjadi seorang wanita..

ada perasaan takut...senang..bahagia..akankah mampu menjadi ibu yang baik...

tapi akan berusaha :D

Senin, 23 Juni 2008


Kucing selalu meninggalkan bekas cakaran untuk menandai daerah kekuasaan, mempertajam kukunya dan meregangkan otot mereka. Namun apa jadinya jika kucing-kucing kesayangan Anda merusak perabotan rumah? Yang Anda perlukan adalah mengalihkan perhatian mereka dan jangan lalai memberi makan juga mainan untuk memberikan ia sedikit kesibukan. Berikut tips untuk mengatasinya.


1. Berikan tempat khusus mencakar untuknya dan letakkan di lokasi di mana kucing Anda suka bersantai. Misalkan tempat yang tepat selalu terkena cahaya matahari dari jendela.2. Bereksperimen dengan beberapa model tempat mencakar untuk menemukan selera kucing anda. Tanamkan dalam pikiran bahwa tiap kucing menyukai permukaan tekstur yang berbeda. Misalkan kardus, kayu atau karpet. Perhatikan juga cara Anda meletakkannya, horizontal atau vertikal.3. Ajak kucing Anda untuk menggunakan tempat cakaran khusus yang sudah disediakan. Dan hadiahi dia dengan makanan juga pujian.4. Pertimbangkan untuk memberikan perhatian lebih pada kucing Anda ketika ia tidur siang. Pindahkan tempat tidurnya ke dekat tempat cakaran khusus yang sudah disediakan agar ia terbiasa. Kebiasaan setiap kucing pasti mencakar ketika mereka bangun.5. Hindari menghukum kucing Anda jika ia mencakar di tempat yang tidak seharusnya. Hukuman mengajarkan kucing untuk tidak mencakar di tempat yang Anda larang, tapi tak akan menghentikannya mencakar tempat tersebut saat Anda tak ada.6. Kucing memang paling doyan mencakari sofa. Hindari membiarkan kucing mencakar sofa lama walaupun Anda berencana untuk membuang sofa tersebut. Ini hanya akan menambah kebiasaannya mencakar sofa baru Anda.7. Jika cara di atas tak berhasil juga, konsultasikan masalah ini dengan Dokter Hewan sebelum Anda menyerah. Perilaku merusak adalah alasan utama mengapa orang menyerah untuk memelihara kucing dan menggantinya dengan hewan peliharaan lain.Harus diperhatian, kucing juga seperti manusia yang kadang-kadang perasa. Berteriak dan suara yang keras dapat menyebabkan kucing Anda mengalami kepanikan dan menambah kelakuan merusaknya. Mencakar adalah perilaku alam kucing, jadi menghambatnya untuk mencakar di satu area tidak akan membuatnya berhenti mencakar di tempat lain.

Sebuah Kisah Teladan

Di dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah rhodiyallaahu ‘anhu, Rasululllah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “ Ada tujuh golongan orang yang mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya… diantaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah.”

Dan di dalam sebuah hadits shohih yang berasal dari Anas bin an-Nadhr rhodiyallaahu ‘anhu, ketika perang Uhud ia berkata,”Wah …. angin surga, sunguh aku telah mencium wangi surga yang berasal dari balik gunung Uhud.”

Seorang Doktor bercerita kepadaku, “ Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal - semoga Allah merahmatinya -. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?

Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya –semoga Allah membalas segala kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh.
Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel ? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka,
‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal … tenanglah … sesungguhnya aku mencium wangi surga.!’ Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan para dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, maka janganlah kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang aku mencium wangi surga.’

Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah’ Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta subhanahu wa ta’ala.

Allahu Akbar … apa yang harus aku katakan dan apa yang harus aku komentari…Semua kalimat tidak mampu terucap … dan pena telah kering di tangan… Aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah subhanahu wa ta’ala, “ Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat.” (Ibrahim : 27)
Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.

Ia melanjutkan kisahnya,
“Mereka membawa jenazah pemuda tersebut untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya’ di tempat pemandian mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Magrib pada hari yang sama.

Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullaah Shallallaahu ‘alahi wasallam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat”. Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah.
Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Pada tubuh orang yang sudah meninggal itu (biasanya-red) dingin, kering dan kaku.
Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.

Subhanalllah … Sungguh indah kematian seperti itu. Kita memohon semoga Allah subhanahu wa ta’ala menganugrahkan kita khusnul khatimah.
Saudara-saudara tercinta … kisah belum selesai…

Saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabnya?

Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya?
Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan husnul khatimah (insyaAllah –red) yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-ngidamkann ya; meninggal dengan mencium wangi surga.

Ayahnya berkata, “Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjama’ah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU.”

Aku katakan, “Maha benar Allah” yang berfirman (yang artinya-red)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’ Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Fhushilat:30- 32)

Label:

Edit halaman ini (Anda punya izin) Edit halaman ini (jika Anda punya izin) | Laporkan spam Google Documents -- Pengolah kata, presentasi dan spreadsheet web.